Alat Pertanian Modern Untuk Mengolah Tanah Menjadi Lebih Subur

Alat Pertanian Modern Untuk Mengolah Tanah Menjadi Lebih Subur



Kondisi pertanian Indonesia banyak mengalami kemajuan, salah satunya bisa dilihat dari penggunaan alat pertanian modern.

Dulunya hanya menggunakan kerbau sebagai alat untuk membajak sawah, kini sudah beralih menggunakan traktor.

Alat Pertanian Modern Untuk Tanah

Banyak alat modern yang bisa digunakan untuk pertanian yang bertujuan untuk meningkatkan hasil panen.

Selain meningkatkan hasil panen, bisa membantu petani menyelesaikan tugasnya dengan cepat.

Contoh alat pertanian modern ini adalah bajak singkal dan bajak subsoil yang digunakan untuk membolak-balikan tanah.

Garung piring dan garung sisir yang digunakan untuk menghilangkan rumput liar. Ada juga traktor untuk mengolah tanah menjadi lebih subur untuk tanah kering dan tanah berlumpur.
Inilah Beberapa Teknologi Pertanian Modern Yang Diterapkan di Indonesia

Inilah Beberapa Teknologi Pertanian Modern Yang Diterapkan di Indonesia



Seiring dengan perkembangan zaman, teknologi pertanian juga menjadi canggih, hal ini tentu memiliki dampak yang positif bagi para petani. Dengan bantuan teknologi pertanian, efektifitas penanaman, perawatan, hingga panen bisa lebih meningkat. Selain itu biaya oprasional yang harrus dikeluarkan oleh petani menjadi lebih murah/pengeluaran menjadi dikit dengan hasil produksi yang nambah meningkat. Berikut teknologi pertanian yang digunakan di Indonesia.

1. Transplanter

Transplanter adalah alat penanam bibit dengan jumlah, kedalaman, jarak dan kondisi penanaman yang seragam(sama). Secara umum ada dua jenis mesin tanam bibit padi, dibedakan berdasarkan cara penyemaian dan persiapan bibit padinya.

Teknologi pertanian tranplanter direkomendasikan oleh litbang (penelitian dan pengembangan) kementrian pertanian untuk memberi jarak yang pas antara padi yang ditanam. Konsep teknologi pertanian ini menganut system jajar legowo dari jawa timur dalam proses menanam padi . transplanter dipercaya bisa meningkatkan prosuksi sampai 30%. Jarak yang tepat antara padi lenih memudahkan petani dalam hal perawatan.

Harga satu unit mesin transplanter ini sekitar Rp 75 juta. Tapi, anda tidak perlu khawatir Karena pemerintah akan memberikan bantuan mesin ini kepada para petani. Ketika digunakan untuk menanam padi, mesin ini tidak akan tenggelam di lumpur sawah karena sudah dilengkapi dengan pelampung. Meski begitu, transplnter dirancang dengan seringan mungkin agar tidak menyulitkan petani.

2. Indo Combine Harvester

Indo Combine Harverster merupakan mesin pemanen yang dirancang khusus untuk kondisi tanah di indonesa. Kondisi saat ini tingkat susut hasil (losses) masih cukup tinggi dan bervariasi yang dipengaruhi oleh musim saat panen, varietas, metode dan sarana panen dan pasca panen yang digunakan.

Dengan menggunakan teknologi pertanian indo combine harvester petani akan dimudahkan dalam urusan panen padi mulai dari pemotongan, pengankutan, perontokan, pembersihan, sortasi, hingga pengantongan. Dengan indo combine harvester, anda tidak lagi membutuhkan banyak orang untuk memanen padi, karena dalam 1 mesin ini hanya membutuhkan 3 orang saja, dengan kapasitas kerja empat sampai enam jam per hektar.

3. Mesin Pemilah Bibit Unggul

Bibit unggul akan menghasilkan tanaman dengan kualitas yang baik. Jika dulunya petani tidak bisa menentukan bibit mana yang akan menghasilkan tumbuhan terbaik, kini dengan teknologi ini, hal tersebut bisa teratasi. Penggunaan mesin pemilah bibit unggul ini banyak digunakan oleh perusahaan penyedia bibit.

4. Alat pengering kedelai

Alat pengering kedelai mampu mempercepat proses pengeringan dan dapat meningkatkan mutu (daya tumbuh benih) benih kedelai, dibandingkan dengan daya pengering konversial. Fungsi dari alat tersebut adalah mencegah turunnya mutu benih kedelai akibat terlambatnya proses pengeringan. Dengan melakukan pengeringan tersebut dapat menghemat waktu pengeringan dari 8 hari menjadi 1 hari dan daya tahan tubuh kedelai yang diperoleh dapat mencapai 90.3%.

5. Instalasi Pengolan Limbah

Instalasi Pengolahan Limbah memanfaatkan limbah ternak untuk menjadi pupuk organik agar tidak mencemari lingkungan. Limbah ternak biasanya tidak dikelola dengan baik oleh para petani. Dari pada mencemari lingkungan, lebih baik limbah ini digunakan untuk pupuk organik. Jika anda tidak memiliki banyak waktu untuk mengolah sendiri limbah ini menjadi pupuk, ada instalasi pengolahan limbah. Dengan menggunakan instalasi pengolahan limbah, barang yang awalnya tidak bermanfaat bisa diubah menjadi pupuk organic dan biogas.

Semua teknologi pertanian yang diatas sengaja dirancang dan dikembangkan untuk meningkatkan efisiensi kerja petani dan memudahkan para petani. Penggunaan teknologi pertanian tersebut membuktikan bahwa petani zaman sekarang bisa mengikuti perkembangan zaman.
Pertanian Dengan Cara Hidroponik Yang Menguntungkan

Pertanian Dengan Cara Hidroponik Yang Menguntungkan



Pada zaman modern ini, sistem pertanian sudah sangat berkembang pesat. Para petani berbondong-bondong melakukan inovasi untuk menghasilkan hasil pertanian yang berlimpah dengan cara mudah dan murah. Ada berbagai macam teknik bercocok tanam yang biasa di gunakan oleh petani. Tapi untuk saat ini pertanian dengan cara hidroponik sangat terkenal. Hidroponik pertama kali diperkenalkan oleh Dr. WF. Gericke dari universitas California di Amerika Serikat.

Teknik ini terus berkembang pesat. Teknik bercocok tanam dengan cara hidroponik menjadi jawaban atas keterbatasan lahan. Banyak para petani yang beralih menggunakan hindroponik untuk bercocok tanam. Secara harfiah hidroponik berarti penanaman dengan menggunakan air yang mengandung unsur hara sebagai media tanam. Teknik bercocok tanam ini tidak membutuhkan banyak tanah sebagai media tanam bahkan ada yang tidak menggunakannya sama sekali. Teknik bercocok tanam ini tergolong mudah untuk dilakukan baik untuk pemula maupun profesional.

Cara Bercocok Tanam Dengan Teknik Hidroponik

Bertani dengan menggunakan teknik hidroponik sangat mudah diaplikasikan untuk menanam sayur-sayuran. Sayur yang biasa ditanam adalah sawi, bayam, selada, kangkung, pokcoy dan lain-lain. Cara bercocok tanam dengan teknik hidroponik adalah:

1. Siapkan pipa dan pompa air.

2. Lubangi pipa dengan ukuran yang sama dan berjarak satu sama lain.

3. Susun pipa yang sudah dilubangi pada tempat yang sudah disiapkan.

4. Siapkan penampung kecil pada pipa bagian ujung yang posisinya lebih rendah.

5. Untuk mengalirkan air yang mengandung unsur hara bisa menggunakan pompa air agar hasilnya maksimal.

6. Konsep dari bercocok tanam ini adalah menjaga sirkulasi aliran air tetap stabil agar nutrisi serta oksigen tercukupi.

7. Ganti air bernutrisi secara rutin karena air berzat hara akan menyusut sedikit demi sedikit karena digunakan oleh tumbuhan. Setelah air menyusut ganti air bernutrisi dengan air yang baru.

Adapun untuk membuat air bernutrisi untuk hidroponik adalah campurkan air 1 liter dengan larutan A 5 ml dan larutan B 5 ml kemudian campurkan ketiga bahan hingga merata hingga siap digunakan. Untuk membuat air nutrisi ini kalian bisa membeli larutan AB Mix di toko pertanian.

Peralihan bercocok tanam dari media tanah dengan media hidroponik tentu saja memiliki banyak keuntungan. Jika dibandingkan dengan media tanah, teknik penanaman hidroponik cendereung lebih mudah di kontrol dari ganghun hama dengan perawatan yang lebih praktis. Tanaman cenderung lebih bersih dan tumbuh dengan cepat jika rutin melakukan perawatan. Sayuran lebih sehat karena tidak menggunakan bahan kimia dan pestisida dan pasti tentunya lebih higienis jika dibandingkan dengan media tanam biasa.

Dengan menggunakan pipa sebagai saranya juga membuat bercocok tanam dengan hidroponik lebih menghemat tempat karena bisa disusun secara vertikal maupun horizontal. Tanaman hidroponik juga tidak bergantung pada cuaca dan hanya harus dilindungi oleh air hujan. Jika ingin membuat media tanam dengan biaya yang murah, kalian bisa menggunakan botol-botol bekas.

Selain memiliki kelebihan tentu saja ada kekurangan dalam bercocok tanam hidroponik ini meskipun tergolong hemat tempat, biaya yang diperlukan untuk membuat pertanian hidroponik yang lengkap membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Dibutuhkan ketelitian ekstra untuk menyusun tanaman hidroponik dan pemberian nutrisi air.

Jika kita tidak teliti kesalahan sistem yang terjadi bisa mengakibatkan seluruh tanaman mati. Petani harus rajin agar memastikan nutrisi air yang dibutuhkan tercukupi. Pastikan tempat bercocok tanam hidroponik terkena sinar matahari yang cukup agar tanaman tidak mudah layu dan mudah untuk melakukan fotosintesis.
Teknologi Mekanisasi Pertanian Guna Mendukung Pengolahan Lahan

Teknologi Mekanisasi Pertanian Guna Mendukung Pengolahan Lahan



Teknologi mekanisasi pertanian merupakan salah satu bagian dari paket teknologi panca kelola lahan.

Beberapa lahan pertanian menggunakan teknologi canggih dan merupakan salah satu bagian dari paket teknologi yang modern.

Teknologi panca dikelola di lahan pertanian atau lahan rawa yang dikemas dalam paket teknologi terkini.

Seputar Teknologi Mekanisasi Pertanian

Teknologi mekanisasi pertanian lainnya terdapat pada penanaman benih. Gabah yang saat ditebar diberikan coating/pemberat yang berisi mikroorganisme.

Dimana dapat menyuburkan tanah dan penanaman akan cepat subur sehingga mencapai hasil yang cukup maksimal.

Selain drone, yang digunakan oleh para petani yaitu traktor. Dimana dirancang dan sudah distel dengan desain khusus oleh BB Mektan untuk lahan.

Traktor yang dirancang atau didesain khusus oleh BB Mektan berbentuk perahu untuk penanaman di lahan rawa yang topsoilnya sangat dalam.

Sekian saja pembahasan kali ini, mungkin nanti akan kita bahas lebih lanjut pada artikel berikutnya. Semoga bermanfaat dan bisa memperluas wawasan anda.