Pertanian Dengan Cara Hidroponik Yang Menguntungkan



Pada zaman modern ini, sistem pertanian sudah sangat berkembang pesat. Para petani berbondong-bondong melakukan inovasi untuk menghasilkan hasil pertanian yang berlimpah dengan cara mudah dan murah. Ada berbagai macam teknik bercocok tanam yang biasa di gunakan oleh petani. Tapi untuk saat ini pertanian dengan cara hidroponik sangat terkenal. Hidroponik pertama kali diperkenalkan oleh Dr. WF. Gericke dari universitas California di Amerika Serikat.

Teknik ini terus berkembang pesat. Teknik bercocok tanam dengan cara hidroponik menjadi jawaban atas keterbatasan lahan. Banyak para petani yang beralih menggunakan hindroponik untuk bercocok tanam. Secara harfiah hidroponik berarti penanaman dengan menggunakan air yang mengandung unsur hara sebagai media tanam. Teknik bercocok tanam ini tidak membutuhkan banyak tanah sebagai media tanam bahkan ada yang tidak menggunakannya sama sekali. Teknik bercocok tanam ini tergolong mudah untuk dilakukan baik untuk pemula maupun profesional.

Cara Bercocok Tanam Dengan Teknik Hidroponik

Bertani dengan menggunakan teknik hidroponik sangat mudah diaplikasikan untuk menanam sayur-sayuran. Sayur yang biasa ditanam adalah sawi, bayam, selada, kangkung, pokcoy dan lain-lain. Cara bercocok tanam dengan teknik hidroponik adalah:

1. Siapkan pipa dan pompa air.

2. Lubangi pipa dengan ukuran yang sama dan berjarak satu sama lain.

3. Susun pipa yang sudah dilubangi pada tempat yang sudah disiapkan.

4. Siapkan penampung kecil pada pipa bagian ujung yang posisinya lebih rendah.

5. Untuk mengalirkan air yang mengandung unsur hara bisa menggunakan pompa air agar hasilnya maksimal.

6. Konsep dari bercocok tanam ini adalah menjaga sirkulasi aliran air tetap stabil agar nutrisi serta oksigen tercukupi.

7. Ganti air bernutrisi secara rutin karena air berzat hara akan menyusut sedikit demi sedikit karena digunakan oleh tumbuhan. Setelah air menyusut ganti air bernutrisi dengan air yang baru.

Adapun untuk membuat air bernutrisi untuk hidroponik adalah campurkan air 1 liter dengan larutan A 5 ml dan larutan B 5 ml kemudian campurkan ketiga bahan hingga merata hingga siap digunakan. Untuk membuat air nutrisi ini kalian bisa membeli larutan AB Mix di toko pertanian.

Peralihan bercocok tanam dari media tanah dengan media hidroponik tentu saja memiliki banyak keuntungan. Jika dibandingkan dengan media tanah, teknik penanaman hidroponik cendereung lebih mudah di kontrol dari ganghun hama dengan perawatan yang lebih praktis. Tanaman cenderung lebih bersih dan tumbuh dengan cepat jika rutin melakukan perawatan. Sayuran lebih sehat karena tidak menggunakan bahan kimia dan pestisida dan pasti tentunya lebih higienis jika dibandingkan dengan media tanam biasa.

Dengan menggunakan pipa sebagai saranya juga membuat bercocok tanam dengan hidroponik lebih menghemat tempat karena bisa disusun secara vertikal maupun horizontal. Tanaman hidroponik juga tidak bergantung pada cuaca dan hanya harus dilindungi oleh air hujan. Jika ingin membuat media tanam dengan biaya yang murah, kalian bisa menggunakan botol-botol bekas.

Selain memiliki kelebihan tentu saja ada kekurangan dalam bercocok tanam hidroponik ini meskipun tergolong hemat tempat, biaya yang diperlukan untuk membuat pertanian hidroponik yang lengkap membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Dibutuhkan ketelitian ekstra untuk menyusun tanaman hidroponik dan pemberian nutrisi air.

Jika kita tidak teliti kesalahan sistem yang terjadi bisa mengakibatkan seluruh tanaman mati. Petani harus rajin agar memastikan nutrisi air yang dibutuhkan tercukupi. Pastikan tempat bercocok tanam hidroponik terkena sinar matahari yang cukup agar tanaman tidak mudah layu dan mudah untuk melakukan fotosintesis.

0 Comments

Posting Komentar