Inilah Beberapa Teknologi Pertanian Modern Yang Diterapkan di Indonesia

Inilah Beberapa Teknologi Pertanian Modern Yang Diterapkan di Indonesia



Seiring dengan perkembangan zaman, teknologi pertanian juga menjadi canggih, hal ini tentu memiliki dampak yang positif bagi para petani. Dengan bantuan teknologi pertanian, efektifitas penanaman, perawatan, hingga panen bisa lebih meningkat. Selain itu biaya oprasional yang harrus dikeluarkan oleh petani menjadi lebih murah/pengeluaran menjadi dikit dengan hasil produksi yang nambah meningkat. Berikut teknologi pertanian yang digunakan di Indonesia.

1. Transplanter

Transplanter adalah alat penanam bibit dengan jumlah, kedalaman, jarak dan kondisi penanaman yang seragam(sama). Secara umum ada dua jenis mesin tanam bibit padi, dibedakan berdasarkan cara penyemaian dan persiapan bibit padinya.

Teknologi pertanian tranplanter direkomendasikan oleh litbang (penelitian dan pengembangan) kementrian pertanian untuk memberi jarak yang pas antara padi yang ditanam. Konsep teknologi pertanian ini menganut system jajar legowo dari jawa timur dalam proses menanam padi . transplanter dipercaya bisa meningkatkan prosuksi sampai 30%. Jarak yang tepat antara padi lenih memudahkan petani dalam hal perawatan.

Harga satu unit mesin transplanter ini sekitar Rp 75 juta. Tapi, anda tidak perlu khawatir Karena pemerintah akan memberikan bantuan mesin ini kepada para petani. Ketika digunakan untuk menanam padi, mesin ini tidak akan tenggelam di lumpur sawah karena sudah dilengkapi dengan pelampung. Meski begitu, transplnter dirancang dengan seringan mungkin agar tidak menyulitkan petani.

2. Indo Combine Harvester

Indo Combine Harverster merupakan mesin pemanen yang dirancang khusus untuk kondisi tanah di indonesa. Kondisi saat ini tingkat susut hasil (losses) masih cukup tinggi dan bervariasi yang dipengaruhi oleh musim saat panen, varietas, metode dan sarana panen dan pasca panen yang digunakan.

Dengan menggunakan teknologi pertanian indo combine harvester petani akan dimudahkan dalam urusan panen padi mulai dari pemotongan, pengankutan, perontokan, pembersihan, sortasi, hingga pengantongan. Dengan indo combine harvester, anda tidak lagi membutuhkan banyak orang untuk memanen padi, karena dalam 1 mesin ini hanya membutuhkan 3 orang saja, dengan kapasitas kerja empat sampai enam jam per hektar.

3. Mesin Pemilah Bibit Unggul

Bibit unggul akan menghasilkan tanaman dengan kualitas yang baik. Jika dulunya petani tidak bisa menentukan bibit mana yang akan menghasilkan tumbuhan terbaik, kini dengan teknologi ini, hal tersebut bisa teratasi. Penggunaan mesin pemilah bibit unggul ini banyak digunakan oleh perusahaan penyedia bibit.

4. Alat pengering kedelai

Alat pengering kedelai mampu mempercepat proses pengeringan dan dapat meningkatkan mutu (daya tumbuh benih) benih kedelai, dibandingkan dengan daya pengering konversial. Fungsi dari alat tersebut adalah mencegah turunnya mutu benih kedelai akibat terlambatnya proses pengeringan. Dengan melakukan pengeringan tersebut dapat menghemat waktu pengeringan dari 8 hari menjadi 1 hari dan daya tahan tubuh kedelai yang diperoleh dapat mencapai 90.3%.

5. Instalasi Pengolan Limbah

Instalasi Pengolahan Limbah memanfaatkan limbah ternak untuk menjadi pupuk organik agar tidak mencemari lingkungan. Limbah ternak biasanya tidak dikelola dengan baik oleh para petani. Dari pada mencemari lingkungan, lebih baik limbah ini digunakan untuk pupuk organik. Jika anda tidak memiliki banyak waktu untuk mengolah sendiri limbah ini menjadi pupuk, ada instalasi pengolahan limbah. Dengan menggunakan instalasi pengolahan limbah, barang yang awalnya tidak bermanfaat bisa diubah menjadi pupuk organic dan biogas.

Semua teknologi pertanian yang diatas sengaja dirancang dan dikembangkan untuk meningkatkan efisiensi kerja petani dan memudahkan para petani. Penggunaan teknologi pertanian tersebut membuktikan bahwa petani zaman sekarang bisa mengikuti perkembangan zaman.
Pertanian Dengan Cara Hidroponik Yang Menguntungkan

Pertanian Dengan Cara Hidroponik Yang Menguntungkan



Pada zaman modern ini, sistem pertanian sudah sangat berkembang pesat. Para petani berbondong-bondong melakukan inovasi untuk menghasilkan hasil pertanian yang berlimpah dengan cara mudah dan murah. Ada berbagai macam teknik bercocok tanam yang biasa di gunakan oleh petani. Tapi untuk saat ini pertanian dengan cara hidroponik sangat terkenal. Hidroponik pertama kali diperkenalkan oleh Dr. WF. Gericke dari universitas California di Amerika Serikat.

Teknik ini terus berkembang pesat. Teknik bercocok tanam dengan cara hidroponik menjadi jawaban atas keterbatasan lahan. Banyak para petani yang beralih menggunakan hindroponik untuk bercocok tanam. Secara harfiah hidroponik berarti penanaman dengan menggunakan air yang mengandung unsur hara sebagai media tanam. Teknik bercocok tanam ini tidak membutuhkan banyak tanah sebagai media tanam bahkan ada yang tidak menggunakannya sama sekali. Teknik bercocok tanam ini tergolong mudah untuk dilakukan baik untuk pemula maupun profesional.

Cara Bercocok Tanam Dengan Teknik Hidroponik

Bertani dengan menggunakan teknik hidroponik sangat mudah diaplikasikan untuk menanam sayur-sayuran. Sayur yang biasa ditanam adalah sawi, bayam, selada, kangkung, pokcoy dan lain-lain. Cara bercocok tanam dengan teknik hidroponik adalah:

1. Siapkan pipa dan pompa air.

2. Lubangi pipa dengan ukuran yang sama dan berjarak satu sama lain.

3. Susun pipa yang sudah dilubangi pada tempat yang sudah disiapkan.

4. Siapkan penampung kecil pada pipa bagian ujung yang posisinya lebih rendah.

5. Untuk mengalirkan air yang mengandung unsur hara bisa menggunakan pompa air agar hasilnya maksimal.

6. Konsep dari bercocok tanam ini adalah menjaga sirkulasi aliran air tetap stabil agar nutrisi serta oksigen tercukupi.

7. Ganti air bernutrisi secara rutin karena air berzat hara akan menyusut sedikit demi sedikit karena digunakan oleh tumbuhan. Setelah air menyusut ganti air bernutrisi dengan air yang baru.

Adapun untuk membuat air bernutrisi untuk hidroponik adalah campurkan air 1 liter dengan larutan A 5 ml dan larutan B 5 ml kemudian campurkan ketiga bahan hingga merata hingga siap digunakan. Untuk membuat air nutrisi ini kalian bisa membeli larutan AB Mix di toko pertanian.

Peralihan bercocok tanam dari media tanah dengan media hidroponik tentu saja memiliki banyak keuntungan. Jika dibandingkan dengan media tanah, teknik penanaman hidroponik cendereung lebih mudah di kontrol dari ganghun hama dengan perawatan yang lebih praktis. Tanaman cenderung lebih bersih dan tumbuh dengan cepat jika rutin melakukan perawatan. Sayuran lebih sehat karena tidak menggunakan bahan kimia dan pestisida dan pasti tentunya lebih higienis jika dibandingkan dengan media tanam biasa.

Dengan menggunakan pipa sebagai saranya juga membuat bercocok tanam dengan hidroponik lebih menghemat tempat karena bisa disusun secara vertikal maupun horizontal. Tanaman hidroponik juga tidak bergantung pada cuaca dan hanya harus dilindungi oleh air hujan. Jika ingin membuat media tanam dengan biaya yang murah, kalian bisa menggunakan botol-botol bekas.

Selain memiliki kelebihan tentu saja ada kekurangan dalam bercocok tanam hidroponik ini meskipun tergolong hemat tempat, biaya yang diperlukan untuk membuat pertanian hidroponik yang lengkap membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Dibutuhkan ketelitian ekstra untuk menyusun tanaman hidroponik dan pemberian nutrisi air.

Jika kita tidak teliti kesalahan sistem yang terjadi bisa mengakibatkan seluruh tanaman mati. Petani harus rajin agar memastikan nutrisi air yang dibutuhkan tercukupi. Pastikan tempat bercocok tanam hidroponik terkena sinar matahari yang cukup agar tanaman tidak mudah layu dan mudah untuk melakukan fotosintesis.
Apa Saja Keuntungan Mencangkok Dalam Bidang Pertanian Tradisional?

Apa Saja Keuntungan Mencangkok Dalam Bidang Pertanian Tradisional?



Dalam bidang pertanian, cangkok merupakan metode yang sering digunakan untuk memperbanyak tanaman secara buatan serta vegetatif. Cangkok merupakan metode umum pada teknik hortikultura. Dimana metode ini untuk propagasi yang dirasa lebih efisien dalam menghasilkan keturunan tanaman yang identik jika dilihat dari genetiknya dengan tanaman aslinya. Jadi, apa saja keuntungan mencangkok dalam bidang pertanian?

Saat ini banyak sekali tanaman buah dan hias yang dikembangkan dengan menggunakan metode cangkok. Dengan banyaknya keuntungan menggunakan metode ini, menjadikan cangkok sebagai metode yang sering dipakai untuk budidaya tanaman. Biasanya tanaman yang bisa dicangkok adalah tanaman yang masuk dalam jajaran tanaman dikotil ke gymnospermae. Dimana mempunyai kandungan kambium vaskuler yang disebut dengan xilem serta floem.

Apa Saja Keuntungan Mencangkok Dalam Bidang Pertanian?

Bagi anda yang ingin melakukan cangkok dengan tanaman monokotil, maka sulit dilakukan karena tidak memiliki kambium vaskuler. Jika anda tetap mencobanya, kemungkinan untuk berhasil sangat tipis sekali.

Pasalnya, tanaman yang akan melalui proses cangkok merupakan tanaman yang digabungkan menjadi tanaman baru. Untuk mengetahui apa saja keuntungan mencangkok dalam bidang pertanian, simak artikel ini sampai akhir.

Perbanyak Tanaman

Salah satu keuntungan dari metode cangkok yaitu bisa memperbanyak tanaman. Beberapa jenis tanaman menggunakan metode ini untuk memperbanyak sehingga lebih beragam dengan aneka karakteristik yang diinginkan. Metode ini akan digunakan untuk tanaman yang tidak bisa menggunakan metode aseksual lain. Bahkan untuk memproduksi tanaman dengan jumlah yang besar, menggunakan metode ini sangat disarankan. Lantaran metode ini tidak menggunakan waktu yang lama untuk berhasil memperbanyak tanaman.

Produksi Tanaman Komposit Gunakan Batang Bawah

Pada penggunaan batang atas yang diinginkan untuk dicangkokan dengan batang bawah, bisa berhasil dengan memperhatikan tanahnya, baik itu berat, basah, kering, dan juga tahan hama. Bahkan digunakannya batang bisa menyebabkan peningkatan kekuatan atau justru membuat tanaman menjadi lebih pendek, Pada dasarnya, menggunakan batang bawah akan membuat cangkok relatif lebih sukses. Dimana akan terjamin kesuksesan pencangkokan untuk tanaman serupa. Namun untuk intergenetik, banyak menggunakan batang bawah agar lebih bisa beradaptasi dan tahan akan penyakit.

Konversi Pohon Dewasa

Apa saja keuntungan mencangkok dalam bidang pertanian? Keuntungan lainnya yaitu bisa menghasilkan pohon yang besar sehingga dapat dikonversi menjadi varietas lain yang memiliki karakteristik yang anda inginkan. Hal ini bisa dilakukan pencangkokan dengan menggunakan batang atas dan batang atas. Metode yang satu ini telah dipakai pada pohon mangga Carabao yang berbuah, namun dengan kualitas yang lebih rendah. Selain itu, biasanya menggunakan metode antar varietal ini untuk meremajakan kopi lama yang sudah tidak produktif lagi.

Peningkatan Artistik

Bisa diterapkan pada bonsai yang tidak memiliki cabang esensial untuk bagian tertentu dari batang dan cabangnya. Bisa dimiliki dengan mencangkoknya menggunakan batang atas. Trik ini biasanya dipergunakan untuk membuat pohon bonsai lebih halus dengan diperlukan adanya pemahaman yang substansial mengenai teknik cangkok.

Memperbaiki Pohon yang Rusak

Apa saja keuntungan mencangkok dalam bidang pertanian selanjutnya? Keuntungan yang penting untuk anda ketahui lainnya yaitu cangkok bisa memperbaiki pohon yang rusak. Pohon dengan batang yang rusak sering dijumpai karena adanya kambing. Bahkan kerusakan batang pohon bisa disebabkan adanya kebakaran, serangan penyakit, serangga, dampak mekanis, dan kesalahan dalam menggunakan alat. Nantinya batang yang rusak bisa diperbaiki dengan cara inaching atau disebut juga bride grafting.

Hasil Panen Dari Pencangkokan

Dengan menggunakan metode cangkok pada pertanian, biasanya akan membuat pohon hasil cangkokan lebih cepat berbuah. Sehingga bisa membuat petani mempersingkat masa panennya. Selain itu, buah yang dihasilkan akan lebih besar ukurannya dan matang dengan waktu yang lebih singkat. Bisa menghemat tindakan pemupukan yang biasanya dilakukan berkali-kali. Sebab, dengan metode ini, cukup berapa kali saja.

Apa saja keuntungan mencangkok dalam bidang pertanian yang lainnya? Buah yang dihasilkan bisa jauh lebih besar dari yang tidak melalui proses cangkok. Tentu hal ini bisa memberikan keuntungan yang baik untuk sektor perekonomian. Meski pohon yang dihasilkan tidak tinggi dibandingkan dengan pohon aslinya, namun bisa mempermudah untuk masa panen yang tidak memerlukan alat dalam menjangkau ketinggian.

Penggunaan metode ini dalam pertanian akan memiliki potensi yang besar dengan tingkat keberhasilan yang baik. Meski cara melakukannya sedikit rumit, namun hasilnya akan membuat anda puas. Selain itu, dipergunakannya metode ini untuk memperbanyak tanaman akan menghasilkan kualitas yang sama dengan induknya, baik dari hasil buahnya maupun bentuk tanaman ini.

Apa saja keuntungan mencangkok dalam bidang pertanian? Semua keuntungan yang bisa anda dapatkan dengan menggunakan metode cangkok sudah dijelaskan diatas. Pilihan metode ini bisa disesuaikan dengan bentuk tanah dan jenis tanaman yang akan dicangkok.
Keuntungan Mencangkok Dalam Bidang Pertanian Tradisional dan Cara Mencangkok

Keuntungan Mencangkok Dalam Bidang Pertanian Tradisional dan Cara Mencangkok



Dalam pertanian, pencangkokan paling sering disebut sebagai metode perbanyakan tanaman buatan dan vegetatif. Namun, sebagai teknik atau prosedur, ia memiliki banyak kegunaan lain. Istilah ini juga diterapkan pada hewan dan manusia seperti pada cangkok kulit. Dalam dunia pertanian sendiri cangkok memiliki banyak keguanaan. Disini, kita akan mengulas mengenai, definisi mencangkong, cara untuk mencangkok, serta keuntungan mencangkok dalam bidang pertanian.

Cangkok adalah teknik hortikultura yang umum. Ini adalah metode propagasi yang efisien yang menghasilkan keturunan yang identik secara genetik dengan tanaman asli.

Apa itu Cangkok?

Pencangkokan tanaman adalah prosedur di mana bagian-bagian tanaman bergabung bersama dengan tujuan akhir untuk membuat mereka bersatu dan terus tumbuh sebagai satu tanaman. Oleh karena itu, tanaman yang dicangkok adalah gabungan dari bagian-bagian yang berasal dari dua atau lebih tanaman.

Cangkok umumnya berlaku untuk dikotil dan ke gymnospermae karena adanya kambium vaskular kontinyu antara xilem dan floem. Tetapi pada monokotil yang tidak memiliki kambium vaskular, cangkok yang berhasil jarang terjadi dan sulit, atau bahkan tidak bisa sama sekali terjadi.

Dua istilah umum dalam pencangkokan yaitu, batang bawah dan batang atas. Istilah-istilah ini selalu digunakan mengacu pada apa yang dicangkok daripada dalam metode perbanyakan tanaman lainnya.

Batang bawah, juga disebut simpok, adalah bagian bawah berakar dan biasanya juga terdiri dari batang yang menjadi bagian paling bawah dari pucuk tanaman cangkokan. Batang bawah menyediakan jangkar serta dukungan ke bagian atas tanaman.

Batang atas, atau cion, adalah bagian atas yang disatukan dengan batang bawah dan merupakan komponen utama dari tunas tanaman ketika tanaman sepenuhnya berkembang. Biasanya terdiri dari batang utama dan cabang kecuali bagian yang dimiliki batang bawah. Batang atas menentukan karakteristik tanaman untuk daun, bunga, buah dan biji, dan karenanya harus dipilih dengan hati-hati.

Dalam perbanyakan tanaman dengan mencangkok, batang atas yang akan dihubungkan ke batang bawah terdiri dari bagian batang, biasanya ranting kecil, dengan jumlah tunas ganda. Tunas apikal biasanya termasuk, tetapi spesies lain dapat dengan mudah dicangkok menggunakan batang atas dengan hanya tunas ketiak. Jika batang atas terdiri dari tunas tunggal, metode pencangkokan secara khusus disebut tunas.

Metode Perbanyakan Tanaman dan Kegunaannya dalam Bidang Pertanian

Dalam bidang pertanian, mencangkok merupakan salah satu metode yang banyak digunakan untuk memperbanyak tanaman. Namun, ternyata mencangkok tidak hanya berguna untuk memperbanyak tanaman saja. Mencangkok memiliki banyak manfaat dalam bidang pertanian, diantaranya:

1. Perbanyakan Tanaman

Pada beberapa spesies dan varietas tanaman, cangkok adalah metode perbanyakan massa yang lebih baik di mana keseragaman dalam karakteristik tanaman diinginkan. Ini terjadi pada tanaman di mana metode aseksual lainnya tidak efektif. Ini juga digunakan di mana metode lain tidak memungkinkan produksi sejumlah besar bahan tanam dalam waktu sesingkat mungkin.

Sementara tunas memiliki potensi menghasilkan lebih banyak klon dari satu tanaman induk karena batang atas dengan tunas tunggal digunakan, pertumbuhan batang atas lambat dan akan membutuhkan lebih banyak waktu untuk menghasilkan ukuran yang tepat dari tanaman tunas untuk penanaman. Tanaman stek umumnya menunjukkan tingkat pertumbuhan yang sama.

2. Memproduksi Tanaman Komposit dengan Batang Bawah Yang Memiliki Karakteristik Khusus

Batang atas yang diinginkan dapat dicangkokkan pada batang bawah yang disesuaikan dengan kondisi tertentu seperti tanah yang berat, basah, atau kering, atau tahan terhadap hama dan penyakit yang ditularkan melalui tanah. Ada juga batang bawah yang akan meningkatkan kekuatan atau menyebabkan kerdil tanaman cangkokan. Pada jeruk, beberapa batang bawah lebih sering memproduksi buah-buahan dengan ukuran dan kualitas yang lebih baik.

Secara umum, kompatibilitas batang bawah dan batang atas yang mengarah ke penyatuan yang sukses tergantung pada seberapa dekat mereka dalam klasifikasi taksonomi mereka. Kemungkinan penyatuan yang sukses lebih terjamin di antara tanaman dalam spesies yang sama. Tetapi cangkokan intergenerik sekarang banyak dipraktikkan dalam perbanyakan tanaman untuk mengambil keuntungan dari batang bawah yang lebih beradaptasi dan tahan penyakit. Contohnya adalah terong (Solanum melongena) dan upo atau labu botol (Lagenaria siceraria), sebagai batang bawah, masing-masing dengan tomat (Lycopersicon esculentum) dan semangka (Citrullus lanatus). Terong dan tomat milik keluarga Solanaceae sedangkan botol labu dan semangka sama-sama anggota keluarga Cucurbitaceae.

3. Konversi Pohon Dewasa ke Jenis yang Diinginkan

Pohon yang besar dan dewasa dapat dikonversi menjadi spesies atau varietas lain yang memiliki karakteristik yang diinginkan dengan melakukan pengerjaan (atau pencangkokan). Penyusunan bagian atas dengan batang atas yang diperoleh dari mangga “carabao” telah diterapkan pada pohon mangga yang sudah mulai berbuah tetapi ternyata termasuk dalam varietas yang lebih rendah.

Konversi antar varietal juga dilakukan sehubungan dengan peremajaan kopi lama dan tidak produktif. Demikian juga, beberapa pohon dioecious dapat dikonversi dari jantan ke betina untuk membuatnya produktif atau dari betina ke jantan untuk memastikan pasokan serbuk sari untuk seluruh kebun.

4. Memproduksi Keingintahuan Botani

Jenis tanaman khusus dapat diproduksi dengan mencangkok dua atau lebih batang atas dengan karakteristik berbeda pada batang bawah yang sama. Sebagai contoh, pohon mangga dapat dikerjakan dengan cara yang berbeda sehingga cabang-cabang yang berbeda menghasilkan jenis buah yang berbeda pula. Puring atau san francisco (Codiaeum variegatum) juga dapat memiliki dedaunan dengan berbagai jenis dan variasi daun.

5. Peningkatan Artistik

Pada bonsai, pohon yang tidak memiliki cabang esensial pada bagian tertentu dari batang, atau cabang, dapat memilikinya dengan mencangkokkannya atas batang atas, biasanya dengan cara samping atau mendekati pencangkokan. Ini adalah strategi yang diterapkan dalam membuat pohon bonsai halus yang membutuhkan pemahaman substansial tentang apa yang dicangkok dan berbagai tekniknya.

6. Memperbaiki Pohon Rusak

Tanaman pohon dengan bagian batang yang rusak sering ditemukan di mana terdapat kambing dan carabao. Kadang-kadang, kerusakan batang dan cabang juga disebabkan oleh kebakaran, serangga, penyakit, dampak mekanis, dan kesalahan penanganan alat. Bagian-bagian yang rusak ini dapat diperbaiki dan disimpan dengan cara inarching atau bridge-grafting.

7. Anchorage dan Dukungan Tambahan

Di tempat-tempat yang rentan terhadap angin kencang, akan lebih menguntungkan jika tanaman pohon berlabuh dengan baik ke tanah. Penginapan dapat dicegah atau diminimalkan dengan membuat tripod atau pohon banyak batang dengan cara inarching. Demikian pula, cabang yang lemah dan batang yang terpisah dapat dicegah agar tidak putus dengan cara mencangkok

8. Pengindeksan untuk Penyakit Virus

Beberapa tanaman memiliki toleransi yang kuat terhadap penyakit virus sehingga meskipun penyakit itu ada, mereka menunjukkan sedikit atau tidak ada gejala. Untuk mengidentifikasi tanaman yang mungkin membawa virus, batang atas atau tunas dari tanaman tersebut dicangkokkan ke tanaman indikator yang sehat dan rentan. Jika tanaman yang dicurigai dari mana batang atas atau tunas berasal terinfeksi, virus akan ditransmisikan dan tanaman indikator akan menunjukkan gejala-gejala penyakit.

Mencangkok tidak hanya memungkinkan kita untuk memilih karakteristik tertentu dari bagian atas pohon (sehingga kita memiliki buah yang kita inginkan), tetapi juga memungkinkan kita untuk memilih sistem rooting yang paling tepat (untuk mengendalikan kekuatan pohon, atau untuk resistensi terhadap penyakit akar, dll).

Kayu cangkok terbaik (kayu batang atas) biasanya kayu satu tahun, dan tingkat keberhasilannya lebih rendah untuk kayu yang lebih tua. Itu harus dikumpulkan selama musim dingin ketika tidak aktif, dan disimpan dalam kantong plastik di lemari es sehingga tidak mengering, berjamur atau merusak dormansi sebelum Anda membutuhkannya. Waktu terbaik untuk mencangkokkannya ke batang bawah biasanya di musim semi ketika batang bawah keluar dari dormansi.

Langkah-langkah Cara Mencangkok

Mencangkok biasanya harus ke batang bawah dari genus yang sama untuk menjadi sukses, yaitu. apel ke apel, tetapi ada beberapa pengecualian.

Ada berbagai teknik cangkok, termasuk Celah, Cambuk & Lidah, dan Chip Budding. Caranya adalah dengan mendapatkan struktur kayu yang dicangkokkan dengan benar selaras dengan struktur batang bawah yang sama. Sangat penting untuk menyelaraskan lapisan kambium. Ikat serikat dengan pita cangkok atau sejenisnya, potong kembali kayu scion menjadi hanya satu atau dua tunas, dan oleskan lilin atau cat ke ujung potong untuk mencegah pengeringan.

Ini tentu patut dipelajari dan kebanyakan dari kita menemukan bahwa dengan sedikit latihan kita dapat menghasilkan cangkokan yang lumayan, dan itu benar-benar tidak masalah jika kita butuh sedikit waktu untuk memperbaikinya. Kecepatan bisa datang nanti.

Di bawah merupakan langkah-langkah untuk mencangkok yang dapat Anda ikuti.

1. Kumpulkan Cabang

Mulailah dengan mengambil bidikan baru, panjang 3 hingga 4 inci dengan satu atau dua tunas. Pilih tanaman yang terkait erat; misalnya, mencangkokkan apel ke varietas apel lain atau buah pir pada varietas buah pir lain. Atau, cobalah mencangkok cabang almond, aprikot, atau prem pada pohon persik. Anda tidak dapat mencangkokkan tanaman yang tidak berhubungan - seperti mawar dan kesemek - satu sama lain.

2. Persiapkan Batang Bawah

Batang bawah adalah tanaman tempat Anda akan menanam cabang baru Anda. Hati-hati membuat potongan diagonal miring 2-inci melalui batang sekitar 6 inci di atas tanah. Selanjutnya, buat potongan sedalam 1/2 inci lurus ke bawah batang, sekitar sepertiga dari jalan potongan miring Anda.

3. Cocokkan Cabang

Buat potongan diagonal miring di bagian bawah cabang yang akan Anda letakkan di batang bawah. Karena Anda menyambung cabang ini di tanaman utama, potongan miring harus memiliki ukuran dan sudut yang sama dengan potongan yang Anda buat pada batang tanaman utama. Kemudian sekitar sepertiga dari jalan menyusuri lereng cabang Anda, buat potongan sedalam 1/2 inci untuk mencocokkan cabang yang ada di batang bawah.

4. Satukan Mereka

Paksa cabang dengan hati-hati untuk meluncur ke batang, meluruskan potongan. Pastikan keduanya berbaris sedekat mungkin. Kemudian bungkus bagian yang tergabung dengan benang dan tutup dengan cangkok lilin (tersedia di pusat taman atau pembibitan lokal Anda) agar jaringan tidak mengering. Jika cangkok berhasil, maka cabang baru Anda akan mulai tumbuh menjadi tanaman varietas baru.

Itu dia ulasan mengenai pengertian dari mencangkok, bagaimana cara mencangkok, dan juga kegunaannya dalam bidang pertanian.
Teknologi Mekanisasi Pertanian Guna Mendukung Pengolahan Lahan

Teknologi Mekanisasi Pertanian Guna Mendukung Pengolahan Lahan



Teknologi mekanisasi pertanian merupakan salah satu bagian dari paket teknologi panca kelola lahan.

Beberapa lahan pertanian menggunakan teknologi canggih dan merupakan salah satu bagian dari paket teknologi yang modern.

Teknologi panca dikelola di lahan pertanian atau lahan rawa yang dikemas dalam paket teknologi terkini.

Seputar Teknologi Mekanisasi Pertanian

Teknologi mekanisasi pertanian lainnya terdapat pada penanaman benih. Gabah yang saat ditebar diberikan coating/pemberat yang berisi mikroorganisme.

Dimana dapat menyuburkan tanah dan penanaman akan cepat subur sehingga mencapai hasil yang cukup maksimal.

Selain drone, yang digunakan oleh para petani yaitu traktor. Dimana dirancang dan sudah distel dengan desain khusus oleh BB Mektan untuk lahan.

Traktor yang dirancang atau didesain khusus oleh BB Mektan berbentuk perahu untuk penanaman di lahan rawa yang topsoilnya sangat dalam.

Sekian saja pembahasan kali ini, mungkin nanti akan kita bahas lebih lanjut pada artikel berikutnya. Semoga bermanfaat dan bisa memperluas wawasan anda.
Cara Menyetek Tanaman Mulai Dari Daun Sampai Akar Tradisional

Cara Menyetek Tanaman Mulai Dari Daun Sampai Akar Tradisional



Cara menyetek tanaman untuk pertanian dan tanaman hias bisa dilakukan dengan mudah. Metode ini bisa dilakukan dengan menggunakan batang, akar, dan daun tanaman untuk bisa menumbuhkan tunas baru yang memiliki sifat identik, baik jumlah daun, bunga, dan buah yang dihasilkan.

Cara Menyetek Tanaman Pertanian Dan Hias

Penggunaan metode setek bisa dilakukan dengan adanya sifat totipotensi yang dimiliki setiap tanaman untuk membelah diri menciptakan sel baru.

Metode ini bisa dilakukan dengan menggunakan batang, ini terjadi dengan tanaman rempah-rempah. Sebut saja tanaman singkong yang bisa ditanam kembali dengan menggunakan batangnya.

Lalu setek dengan menggunakan daun, ini menggunakan potongan daun untuk menghasilkan tanaman baru, misalnya tanaman cocor bebek.

Selanjutnya cara menyetek tanaman menggunakan akar, seperti tanaman strobery. Dibutuhkan akarnya untuk menumbuhkan tunas.
Alat Pertanian Modern Untuk Mengolah Tanah Menjadi Lebih Subur

Alat Pertanian Modern Untuk Mengolah Tanah Menjadi Lebih Subur



Kondisi pertanian Indonesia banyak mengalami kemajuan, salah satunya bisa dilihat dari penggunaan alat pertanian modern.

Dulunya hanya menggunakan kerbau sebagai alat untuk membajak sawah, kini sudah beralih menggunakan traktor.

Alat Pertanian Modern Untuk Tanah

Banyak alat modern yang bisa digunakan untuk pertanian yang bertujuan untuk meningkatkan hasil panen.

Selain meningkatkan hasil panen, bisa membantu petani menyelesaikan tugasnya dengan cepat.

Contoh alat pertanian modern ini adalah bajak singkal dan bajak subsoil yang digunakan untuk membolak-balikan tanah.

Garung piring dan garung sisir yang digunakan untuk menghilangkan rumput liar. Ada juga traktor untuk mengolah tanah menjadi lebih subur untuk tanah kering dan tanah berlumpur.
Cara Bertanam Hidroponik Simpel dan Mudah

Cara Bertanam Hidroponik Simpel dan Mudah



Cara bertanam hidroponik menjadi sebuah hal yang trend di tengah masyarakat. Karena metode ini tak butuh lahan luas, jadi bisa dengan mudah dilakukan di rumah.

Peralatan yang dibutuhkan juga tidak sulit ditemui. Seperti tempat tanam dari botol bekas. Metode ini juga sering disebut dengan sistem wick.

Cara Bertanam Hidroponik dengan Botol Bekas

Anda bisa siapkan botol bekas layak pakai. Gunting menjadi dua bagian. Lubangi tutup botol dengan tusukan. Gabung dua botol yang sudah dipotong dengan cara bagian atas dihadapkan ke bawah.

Pasang sumbu dengan kain flanel ditutup yang sudah diberi lubang. Pastikan agar air dan nutrisi bisa mengalir dan menyerap ke tanaman.

Tanam bibit sawi, bayam, kangkung, tomat atau yang lainnya di bagian atas botol yang diisi tanah secukupnya.

Bagian bawah diisi dengan air nutrisi. Cara bertanam hidroponik semacam ini mudah sekali untuk anda ikuti.
Contoh Tanaman Hortikultura dalam Pertanian yang Perlu Diketahui

Contoh Tanaman Hortikultura dalam Pertanian yang Perlu Diketahui



Contoh tanaman hortikultura ada banyak sekali macamnya. Ini merupakan tanaman yang berbasis budidaya kebun. Namun seiring perkembangan ilmu pengetahuan, saat ini tanaman hortikultura bukan hanya dalam lingkup tanaman kebun saja.

Saat ini masuk juga dalam dunia pembenihan, pembibitan, kultur jaringan, produksi tanaman, hama, serta penyakit. Bahkan mencakup berbagai aspek lain yang berkaitan dengan budidaya kebun.

Contoh Tanaman Hortikultura

Hortikultura terbagi dalam beberapa klasifikasi. Mulai dari kategori buah-buahan seperti apel, pisang, jeruk, mangga, dan lain sebagainya.

Ada juga tanaman sayuran seperti kacang-kacangan, sawi, bayam, dan lainnya. Tanaman obat seperti jahe, sereh, kunyit, dan sebagainya. Kemudian lanskap arsitektur atau yang disebut dengan bidang pertamanan.

Semua itu merupakan contoh tanaman hortikultura di dalam pertanian. Tanaman tersebut ada yang musiman, ada yang hanya cocok ditanam di daerah tertentu, memenuhi kebutuhan masyarakat, dan lain sebagainya.