Teks Prosedur : Pengertian, Ciri-ciri, Struktur

Teks Prosedur : Pengertian, Ciri-ciri, Struktur

Teks Prosedur artinya teks yang berisi langkah-langkah atau tahapan yang wajib  dilakukan buat mencapai suatu tujuan yang diinginkan.

Adapun berdasarkan kamus besar  bahasa indonesia (kbbi), prosedur berarti tahap kegiatan buat menuntaskan suatu kegiatan.

Teks Prosedur umumnya ada pada tulisan pena yg mengandung cara, tips atau tutorial melakukan sesuatu. 

Sangat simpel mengenali teks prosedur sebab teks prosedur mempunyai ciri khas, baik berasal segi isi maupun kebahasaannya. selain itu,Banyak teks prosedur yang ada disekitar kita, yang mungkin tanpa kita sadari.

Adanya teks prosedur bertujuan buat membantu seseorang memahami bagaimana cara melakukan atau menghasilkan sesuatu dengan sempurna.

Jadi, pada kita membuat atau melakukan sesuatu, wajib  sesuai langkah-langkah yang terdapat secara berurutan. tentunya bisa menjadikan fatal Jika dilakukan random atau tidak sesuai petunjuk yg ada.

Buat mengetahui serta tahu teks prosedur, perlu membaca ciri-ciri, struktur, hingga caraMenyusun teks prosedur.

Berikut ini rangkumanya :

Ciri-ciri teks prosedur
Teks prosedur bisa dengan mudah dibedakan menggunakan jenis teks lainnya. berikut merupakan ciri-ciri teks prosedur:
  1. Berisi langkah-langkah aktivitas yang bisa berupa poin-poin atau paragraf.
  2. Memakai kalimat saran serta larangan
  3. Disusun secara sistematis dan  dijelaskan secara detail.
  4. Berisi isu yg bersifat objektif.
  5. Terdapat urutan atau nomor  yg mengambarkan urutan atau langkah-langkah.


Struktur teks prosedur
1. Bagian tujuan
Berisi tujuan dibuatnya teks prosedur tadi atau akibat akhir yg akan diperoleh (umumnya berupa judul). misalnya: cara mengurus surat izin mengemudi

2. Bagian material
Berisi informasi perihal alat atau bahan yg dibutuhkan, akan tetapi tidak seluruh teks prosedur ada bagian ini, umumnya bagian material hanya terdapat pada resep kuliner atau cara membentuk sesuatu.

3. Bagian langkah-langkah
Bagian ini berisikan langkah-langkah yang harusDilakukan demi memperoleh hasil sinkron dengan tujuan teks prosedur. tahapan ini harus dilakukan secara runut serta tidak boleh ada tahapan yang terlewat atau tertukar.


Kaidah kebahasaan teks prosedur
1. Memakai kata kerja perintah (imperatif).
2. Memakai istilah teknis yg berkaitan dengan topik bahasan.
3. Menggunakan kata penghubung (konjungsi) temporal.
4. Memakai kalimat persuasif.
5. Menggunakan ilustrasi terperinci tentang benda dan  alat yang digunakan.
6. Verba material serta tingkah laku


Cara menyusun teks prosedur
1. Judul
• Bisa berupa nama benda atau sesuatu yang hendak dibuat serta dilakukan
• Dapat berupa cara melakukan atau memakai sesuatu

2. Pengantar yang menyatakan tujuan penulisan
• Dapat berupa pernyataan yang menyatakan tujuan penulisan
• Dapat berupa paragraf pengantar yang menyatakan tujuan penulisan

3. Bahan atau alat buat melaksanakan suatu prosedur
• Bisa berupa daftar atau perincian
• Bisa berupa paragraf

4. Langkah atau tahapan denganUrutan yang benar
• Berupa tahapan yg ditunjukkan menggunakan penomoran


Jenis Teks Prosedur
1. Teks prosedur sedehana
    Jenis teks prosedur yang pertama artinya teks prosedur sederhana. teks prosedur sederhana ini hanya berisi 2 atau tiga langkah saja, contohnya prosedur buat mengoperasikan setrika.
    Jenis teks prosedur satu ini diklaim teks prosedur sederhana karena memang penyajian teksnya yg sangat mudah dan  sederhana. jadi, hanya bagian yg benar-benar pentingnya saja yang tersaji.

2. Teks prosedur kompleks
    Jenis teks prosedur selanjutnya ialah teks prosedur kompleks. teks prosedur kompleks terdiri atas banyak langkah dan  jenjang buat tiap tahapannya. misalnya prosedur pembayaran tilang dari polisi.
    Bahkan, umumnya terdapat sub-langkah pada suatu langkah pada jenis teks prosedur satu ini. 

3. Teks prosedur protokol
    Jenis teks prosedur terakhir merupakan teks prosedur protokol. teks prosedur protokol merupakan teks prosedur yang langkah-langkahnya sangat sederhana serta praktis dipahami.
    Jenis teks prosedur ini bersifat lebih fleksibel. hal tadi dikarenakan Urutan langkahnya dapat diubah atau di bolak-balikkan. walau kalian  membolak-balikkan langkah tersebut, kalian tetap akan dapat memperoleh hasil yang baik.
Mengapa Kita Tidak Dapat Mendengarkan Bunyi di Luar Angkasa?

Mengapa Kita Tidak Dapat Mendengarkan Bunyi di Luar Angkasa?



Pernahkah kalian berpikir atau mengira saat berada di luar angkasa bisakah kita mendengar suara? Ruang angkasa merupakan ruang hampa udara, itu berarti tidak ada udara di sana. Karena itulah manusi tidak akan mungkin bisa mendengar suara saat di luar angkasa sebab tidak ada udara. Kok bisa gitu ya?
dikutip dari situs itsolution.site Berikut Artikel ini di buat. 


Benarkah Manusia Tidak Bisa Mendengar Suara di Luar Angkasa? Apa Alasannya?

Suara atau bunyi merupakan salah satu gelombang, yaitu termasuk dalam gelombang longitudinal. Arah rambat gelombang longitudinal adalah sejajar atau berimpit dengan arah getarnya. Yang termasuk dalam gelombang longitudinal adalah gelombang pada slinki dan gelombang suara saat berada di udara.

Gelombang suara berbentuk rapatan dan renggangan dalam perambatannya yang dibentuk oleh partikel-partikel perantara suara. Jadi, partikel-partikel ini adalah perantara saat gelombang bunyi merambat di udara.

Proses terjadinya suara adalah saat benda bergerak contohnya dentingan antara sendok dengan gelas, itu akan mendorong molekul yang berada di dekatnya. Molekul yang dipindahkan akan terjadi tabrakan dengan molekul tetangga mereka. Lalu molekul itu akan berlanjut Dan berpindah bertabrakan lagi dengan molekul tetangga terdekat yang lain. Gerakan itu akan berjalan di udara dan membentuk seperti gelombang. Ketika gelombang telah mencapai telinga maka telinga kita akan menerjemahkannya sebagai suara.

Pada saat gelombang suara melewati udara, tekanan udara di tempat tertentu akan mengalami gejolak atau berosilasi turun dan naik. Gambarannya seperti air yang beriak lebih dalam atau lebih dangkal saat dilempar batu. Waktu antara osilasi disebut frekuensi suara. Satuan frekuensi suara disebut Hertz. Satu osilasi per detik sama dengan 1 Hertz. Yang disebut sebagai panjang gelombang suara adalah jarak antara 'puncak' tekanan tertinggi.

Gelombang suara hanya akan mampu bergerak jika melalui medium jika panjang gelombang suaranya melebihi jarak rata-rata antar partikel. Para ahli fisika memberi julukan 'Mean Free Path' atau jalur bebas rata-rata yang merupakan jarak yang bisa dilalui oleh molekul setelah bertabrakan dengan 1 molekul dan sebelum bertabrakan dengan molekul lainnya.

Media yang lebih padat bisa membawa suara dengan panjang gelombang suara yang lebih pendek, dan begitupun sebaliknya. Suara yang memiliki gelombang yang lebih panjang memiliki suara yang lebih rendah atau yang kita ketahui dengan nada rendah.

Karena udara adalah faktor terjadinya rambatan suara, gelombang suara tidak akan bisa merambat di ruang hampa yang ada di luar angkasa sebab ketiadaan molekul-molekul udara sehingga suara yang berupa getaran tidak akan bisa bergerak. Jadi gelombang suara adalah getaran molekul-molekul yang menjalar dari satu molekul menuju molekul lain di sebelahnya atau tetangganya. Jelasnya di ruang angkasa tidak ada molekul yang menjadi sarana untuk getaran gelombang suara menjalar.

Meskipun sesorang berteriak sekencang-kencangnya sekalipun di luar angkasa pasti tidak akan terdengar. Hal ini seperti slogan populer pada tahun 1979 dari film 'Alien' yang merupakan film fiksi ilmiah yaitu "diluar angkasa, tidak ada satupun yang akan mendengar teriakan mu". dari slogan itulah yang membuat para peneliti dari University of Surrey untuk membuktikan kebenaran slogan tersebut.

Mereka menguji dengan cara mengumpulkan suara-suara suara atau teriakan-teriakan dalam sebuah aplikasi bernama The Scream in Space App yang telah diunduh dalam smartphone. Yang akan diluncurkan ke luar angkasa. Peneliti dari Cambridge University Space Flight lah yang telah mengembangkan aplikasi ini.

Selanjutnya smartphone diluncurkan ke angkasa dan akan memutarkan video yang berisikan suara-suara yang telah dikumpulkan. Uji coba ini dipantau oleh peneliti dari University of Surrey apakah getaran suara itu dapat terdeteksi oleh speaker yang telah dipasang pada satelit mini.

Sebenarnya misi ini dilakukan untuk peluncuran satelit mini bernama Strand-1. Satelit ini berukuran 10 x 30 cm dengan berat 4,3 kg. Sanwanee dirancang oleh sekelompok peneliti dari University of Surrey's Space Centre (SSC) dan Surrey's Satellite Technology (SSTL).

Lalu bagaimana para astronot berkomunikasi saat di luar angkasa? Saat berada di pesawat, tentu saja astronot masih bisa saling berkomunikasi karena masih ada udara dan oksigen. Lalu bagaimana saat mereka berkomunikasi di luar pesawat? Para astronot dilengkapi dengan pakaian khusus angkasawa yang bernama EMU yaitu Extravehicular Mobility Unit.

Dalam baju angkasawan tersebut terdapat alat radio untuk mereka berkomunikasi yang terdapat pada bagian helm. Mengapa radio masih bisa terdengar? Radio merupakan gelombang cahaya bukan gelombang suara sehingga gelombang radio akan tetap berfungsi walau di ruang angkasa sekalipun. Cahaya tidak membutuhkan media apapun untuk bergerak, tidak seperti gelombang suara yang membutuhkan udara sebagai media untuk bergerak.

Sebenarnya di angkasa tidaklah benar-benar hampa. Ruang angkasa dipenuhi dengan banyak benda seperti bintang-bintang, awan gas, dan debu. Jika di bumi, sebenarnya gas juga dapat menjadi penghantar gelombang suara, namun gas yang ada di luar angkasa berbeda dengan yang ada di bumi.

Awan gas yang terdapat di luar angkasa tidak sepadat seperti awan gas yang ada di atmosfer bumi. Kalaupun ada gelombang udara, hanya ada beberapa atom per detik yang mempengaruhi gendang telinga manusia. Maka dari itu saat di luar angkasa gendang telinga manusia tidak bisa mendengar gelombang suara tersebut.
Ciri-Ciri Makhluk Hidup Adalah...

Ciri-Ciri Makhluk Hidup Adalah...


Manusia, hewan, dan tumbuhan merupakan kelompok makhluk hidup. Makhluk hidup dan benda tak hidup atau benda mati dibedakan dengan adanya ciri-ciri kehidupan. Makhluk hidup menunjukkan adanya ciri-ciri kehidupan antara lain bergerak, bernapas, tumbuh dan berkembang, berkembang biak, memerlukan nutrisi, dan peka terhadap rangsang. Benda mati tidak memiliki ciri-ciri tersebut.

Ciri-ciri Makhluk Hidup

Secara umum, ciri-ciri yang ditemukan pada makhluk hidup adalah bernapas, bergerak, makan dan minum, tumbuh dan berkembang, berkembang biak, mengeluarkan zat sisa, peka terhadap rangsang, dan menyesuaikan diri terhadap lingkungan.

Bernapas

Setiap saat kamu bernapas, yaitu menghirup udara yang diantaranya mengandung oksigen (O2) dan mengeluarkan udara dengan kandungan karbon dioksida (CO2) lebih besar dari yang dihirup. Kamu dapat merasakan kebutuhan bernapas dengan cara menahan untuk tidak menghirup udara selama beberapa saat. Tentunya kamu akan merasakan sesak sebagai tanda kekurangan oksigen.

Memerlukan Makanan dan Minuman

Untuk beraktivitas, setiap makhluk hidup memerlukan energi. Dari manakah energi tersebut diperoleh? Untuk memperoleh energi, makhluk hidup memerlukan makanan dan minuman.

Bergerak

Kamu dapat berjalan, berlari, berenang, dan menggerakkan tangan. Itu merupakan ciri bergerak. Tubuhmu dapat melakukan aktivitas karena memiliki sistem gerak. Sistem gerak terdiri atas tulang, sendi, dan otot. Ketiganya bekerja sama membentuk sistem gerak.

Tumbuh dan Berkembang

Perhatikan tubuhmu, samakah tinggi dan massa tubuhmu sekarang dengan tinggi dan massa tubuhmu waktu masih kecil? Tentu saja tidak sama. Tinggi dan massa tubuhmu akan bertambah seiring pertambahan usia. Proses inilah yang disebut dengan tumbuh. Hewan juga mengalami hal yang sama. Kupu-kupu bertelur, telur tersebut kemudian menetas menjadi ulat, lalu menjadi kepompong, kepompong berubah bentuk menjadi kupu-kupu muda, dan akhirnya berkembang menjadi kupu-kupu dewasa.

Berkembang Biak (Reproduksi)

Kemampuan makhluk hidup untuk memperoleh keturunan disebut berkembang biak (reproduksi). Berkembang biak bertujuan untuk melestarikan keturunan agar tidak punah. Sebagai contoh kamu lahir dari ayah dan ibu. Ayah dan ibumu masing-masing juga mempunyai orangtua yang kamu panggil kakek dan nenek, dan seterusnya.

Peka Terhadap Rangsang

Bagaimanakah reaksi kamu jika tiba-tiba ada sorot lampu yang sangat terang masuk ke mata? Tentu secara spontan kamu akan segera menutup kelopak mata. Dari contoh itu menunjukkan bahwa manusia mempunyai kemampuan untuk memberikan tanggapan terhadap rangsangan yang diterima. Kemampuan menanggapi rangsangan disebut irritabilitas.

Irritabilitas merupakan kemampuan makhluk hidup untuk menanggapi rangsang, seperti hidung untuk mencium bau, mata untuk melihat, dan telinga untuk mendengar. Hewan tertentu memiliki alat Indra khusus, seperti gurat sisi pada ikan yang berfungsi untuk mengetahui perubahan tekanan air.

Tumbuhan juga mempunyai kepekaan terhadap rangsang yang menghasilkan gerak pada tumbuhan. Rangsang tersebut dapat berasal dari sentuhan, cahaya matahari, air, zat kimia, suhu, dan gravitasi bumi.

Menyesuaikan Diri Terhadap Lingkungan

Kemampuan makhluk hidup untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan disebut adaptasi. Contohnya tumbuhan yang hidup ditempat kering (sedikit mengandung air) memiliki daun yang sempit dan tebal, sedangkan tumbuhan yang hidup ditempat basah (banyak mengandung air) memiliki daun lebar dan tipis.
Menyajikan Teks Deskripsi Secara Lisan dan Tertulis

Menyajikan Teks Deskripsi Secara Lisan dan Tertulis



Pada artikel kali ini kami akan menjelaskan tentang cara menyajikan teks deskripsi secara lisan dan tertulis. Silahkan Anda simak penjelasannya dibawah ini.

Menyajikan Teks Deskripsi Secara Lisan

Cara menyajikan teks deskripsi secara lisan sesungguhnya hampir sama dengan menyajikan teks secara tertulis. Beberapa hal yang perlu kalian perhatikan dalam menyampaikan teks deskripsi secara lisan sebagai berikut.

a. Materi

Materi dalam teks deskripsi dapat berupa gambaran objek yang diamati, dilihat, didengar, atau dirasakan. Misalnya, tayangan video atau gambar.

b. Pola pengembangan yang digunakan

Pola pengembangan yang digunakan adalah pola pengembangan spesial atau sudut pandang.

c. Bahasa

Gunakan bahasa yang efektif dan komunikatif agar teks deskripsi yang kalian sampaikan mudah dipahami, sehingga pendengar seolah-olah merasakan apa yang kalian sampaikan.

d. Aspek-aspek berbicara

Perhatikan vokal, intonasi, dan artikulasi yang kalian gunakan ketika menyampaikan teks deskripsi secara lisan. Selain itu, gunakan mimik dan gestur yang mendukung isi teks deskripsi tersebut.

Menulis Teks Deskripsi

Langkah-langkah dalam menyusun tulisan deskripsi sebagai berikut.

a. Mengamati objek dengan seksama.
b. Memberikan penjelasan tambahan.
c. Menggambarkan objek apa adanya.
d. Menyusun daftar rincian objek yang logis dan sistematis.
e. Menyusun karangan yang menjelaskan, mendeskripsikan hasil dari objek, atau dijadikan fakta.

Menyunting Teks Deskripsi

Menyunting dilakukan untuk memperbaiki dan menyempurnakan tulisan. Menyunting dapat dilakukan melalui beberapa langkah berikut.

a. Membaca tulisan dengan teliti.
b. Memperbaiki kesalahan penulisan ejaan.
c. Memperbaiki kalimat sehingga runtut.
d. Memperbaiki paragraf sehingga menjadi padu.

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam proses penyuntingan, antara lain, sebagai berikut.

a. Ketepatan penulisan ejaan.
b. Ketepatan penggunaan kata-kata.
c. Penggunaan kalimat efektif.
d. Keterpaduan paragraf.

Sekian penjelasan tentang cara menyajikan teks deskripsi secara lisan dan tertulis. Semoga bermanfaat dan jika ada kekurangan kami mohon maaf.
Pengertian Tari Kelompok dan Contohnya

Pengertian Tari Kelompok dan Contohnya



Hai Sobat Penaseo... Pada kesempatan kali ini admin akan membagikan artikel tentang Tari Kelompok. Jika penasaran, silahkan simak lebih lanjut dan baca postingan ini sampai selesai ya.

Pengertian Tari Kelompok

Tari Kelompok adalah bentuk penampilan tari yang disajikan secara berkelompok lebih dari dua orang penari. Dalam penyajiannya tari kelompok dibagi menjadi 3 yaitu :

1. Tari Kelompok dengan Jumlah Penari Tertentu

Yaitu tari berkelompok yang diciptakan dengan jumlah penari sudah ditentukan jumlahnya berdasar isi dan cerita tarinya. Dalam penyajiannya tidak boleh ditambah atau dikurangi.

Contohnya :
a. Tari Bedhaya Ketawang (9 penari)
b. Tari Bedhaya Semang (9 penari)
c. Tari Bedhaya Anglir Mendung (7 penari)
d. Tari Serimpi Pandelori (4 penari)
e. Tari Serimpi Renggowati (5 penari)
f. Beksan Lawung (16 penari)

2. Tari Kelompok dengan Jumlah Penari Tidak Tertentu

Yaitu tari berkelompok yang ketika diciptakan jumlah penarinya tidak ditentukan. Dalam penyajiannya jumlah penari boleh banyak atau sedikit menurut koreografinya.

Contohnya :
a. Tari Kuda Lumping (Jawa Tengah)
b. Tari Ndolalak (Jawa Tengah)
c. Tari Kubro Siswo (Yogyakarta)
d. Tari Saman (Aceh)
e. Tari Kecak (Bali)
f. Tari Rodat (Yogyakarta)

3. Tari Kelompok Dramatik

Yaitu tari berkelompok yang jumlah penarinya ditentukan berdasarkan tema dan ceritanya. Dalam penyajiannya jumlah penari ditentukan berdasar tokoh-tokoh pameran dalam tari tersebut.

Contohnya :
a. Langendriyan Minak Jinggo Lena
b. Langen Mandra Wanara
c. Sendratari Ramayana
d. Sendratari Panji Semirang
e. Sendratari Roro Jonggrang
f. Wayang Topeng Gunungsari Candrakirana

Sekian rangkuman yang saya berikan mengenai pengertian tari kelompok dan contohnya. Semoga artikel ini bisa menjadi referensi tugas sekolah bagi adik-adik yang terdampak pandemi.
Mengapa Kita Tidak Dapat Mendengar Bunyi di Ruang Hampa

Mengapa Kita Tidak Dapat Mendengar Bunyi di Ruang Hampa



Banyak yang bertanya mengapa kita tidak dapat mendengar bunyi di ruang hampa? Jawaban dari pertanyaan itu bukannya karena telinga kita mengalami masalah.

Akan tetapi, karena di dalam ruang hampa tidak terdapat media perambatan bunyi. Sebab, pada dasarnya untuk mendengarkan bunyi, kita bukan cuma memerlukan telinga saja.

Akan tetapi, kita juga memerlukan media sebagai perambatan bunyi. Bila tidak ada media rambatnya, maka kita tentu tidak bisa mendengar bunyi. Sebab, bunyi tersebut tidak merambat dari sumber bunyi sampai ke telinga kita.

Bunyi di Ruang Hampa Tidak Terdengar Sebab Tak Ada Media Rambatnya

Media yang bisa menjadi perambatan bunyi ada berbagai macam. Seperti benda padat, gas, dan benda cair. Sementara ruang hampa sendiri merupakan tempat kosong. Atau sebuah tempat dimana di dalamnya tidak terdapat udara atau materi sama sekali.

Udara merupakan benda gas yang menjadi media rambat bunyi. Di dalam ruang hampa tidak ada udara yang dapat menghantarkan bunyi dari sumber bunyi ke telinga kita. Dengan demikian, di dalam ruang hampa, kita tidak bisa mendengar bunyi apapun.

Konsep Gelombang Bunyi

Bunyi merupakan jenis gelombang longitudinal yang dihasilkan dari getaran sebuah benda. Gelombang longitudinal ini adalah sebuah gelombang yang memiliki arah rambat sejajar dengan arah getarnya.

Seperti saat seseorang memukul gendang. Bagian permukaan gendang akan bergetar dan merambat ke berbagai arah. Udara menghasilkan tekanan tinggi dan molekul yang renggang bertekanan rendah.

Gelombang bertekanan tinggi dan rendah bergantian bergerak di udara dan ditangkap oleh telinga manusia. Sehingga bisa mendengarkan bunyi gendang.

Bunyi di ruang hampa tidak bisa didengarkan karena tidak ada media rambatnya. Sebab gelombang bunyi masuk dalam gelombang mekanik yang butuh medium sebagai alat rambat. Di ruang hampa seperti ruang angkasa, bunyi tidak bisa terdengar.

Cepat Rambat Gelombang Bunyi

Cepat rambat gelombang bunyi itu terbatas. Oleh sebab itu, saat kita melihat kembang api dari kejauhan, maka yang akan kita lihat adalah cahaya kembang api terlebih dahulu. Baru setelah itu disusul dengan bunyi kembang api yang meletus di langit.

Sebab, gelombang cahaya mempunyai kecepatan tertinggi sampai saat ini. Sementara itu, gelombang bunyi tidak dapat menyamainya apalagi melampauinya.

Kecepatan gelombang bunyi sendiri tergantung dari medium rambat. Suara yang muncul lewat zat padat bisa bergerak lebih cepat daripada gas. Cepat rambat dari gelombang ini juga akan meningkat seiring peningkatan suhu dari mediumnya.

Sekarang anda sudah tahu bukan apa yang menjadi jawaban mengapa kita tidak dapat mendengar bunyi di ruang hampa? Sebab, bunyi merupakan gelombang longitudinal yang bisa merambat lewat sebuah media. Sementara di ruang hampa tak ada medianya sehingga bunyi tidak bisa kita dengar.
Pengertian Tari Berpasangan dan Contohnya

Pengertian Tari Berpasangan dan Contohnya



Indonesia memiliki berbagai macam tari berpasangan dan tari kelompok dari berbagai daerah. Tari berpasangan dan tari kelompok Nusantara mempunyai bentuk, jenis tari dan fungsi yang berbeda-beda. Perbedaan tersebut sangat dipengaruhi oleh budaya dan adat-istiadat di lingkungan masyarakat sekitarnya.

Pengertian Tari Berpasangan

Tari Berpasangan adalah bentuk penampilan tari yang disajikan secara berpasangan (dua orang penari). Tari berpasangan dapat disajikan oleh penari yang sejenis (putra-putra atau putri-putri) dan berlainan jenis (putra-putri). Dalam penyajiannya, tari berpasangan dibagi menjadi 2 kelompok.

Tari Berpasangan Dramatik

Tari Berpasangan Dramatik yaitu tari berpasangan yang dalam pengungkapan geraknya menggunakan cerita. Tari Berpasangan Dramatik hanya disajikan oleh sepasang penari saja.

Contoh Tari Berpasangan Dramatik

- Tari Bambangan Cakil (Jawa Tengah)
- Tari Retno Tinanding (Jawa Tengah)
- Tari Kelaswara Adininggar (Jawa Tengah)
- Tari Srikandi Bisma (Jawa Tengah)
- Tari Sancaya Kusumawicitra (Yogyakarta)
- Tari Karonsih (Yogyakarta)

Tari Berpasangan Non Dramatik

Tari Berpasangan Non Dramatik yaitu tari berpasangan yang dalam pengungkapan geraknya tidak menggunakan cerita. Tari Berpasangan Non Dramatik bisa ditarikan lebih dari sepasang penari.

Contoh Tari Berpasangan Non Dramatik

- Tari Cipat Cipit (Banyumas)
- Tari Serampang Duabelas (Sumatera Barat)
- Tari Joged Bumbung (Bali)
- Tari Ketuk Tilu (Jawa Barat)
- Tari Lenso (Maluku)
- Tari Giring-Giring (Kalimantan)

Itulah rangkuman tentang pengertian tari berpasangan dan contohnya dari tari berpasangan dramatik dan tari berpasangan non dramatik. Semoga bermanfaat.
Contoh Musik Tradisional Nusantara Lengkap dengan Penjelasannya

Contoh Musik Tradisional Nusantara Lengkap dengan Penjelasannya



Pada kesempatan kali ini saya akan memberikan rangkuman tentang contoh musik tradisional nusantara lengkap dengan penjelasan dan alat musiknya. Jika penasaran, langsung saja simak penjabarannya berikut ini.

Contoh Musik Tradisional Nusantara


1. Musik Tradisional Daerah Aceh

Didong merupakan salah satu kesenian tradisional yang berasal dari rakyat Aceh Gayo. Didong merupakan pertunjukan dua kelompok pedidong yang saling mendendangkan teka-teki dan jawaban yang berupa syair-syair puisi.

Peralatan yang dipergunakan pada mulanya bantal (tepukan bantal) dan tangan (tepukan tangan dari para pemainnya). Namun, dalam perkembangan selanjutnya ada juga yang menggunakan seruling, harmonika, dan alat musik lainnya yang disisipi dengan gerak pengiring yang relatif sederhana, yaitu menggerakkan badan ke depan atau ke samping.

Dalam satu kelompok kesenian didong dapat mencapai 30 orang yang biasanya terdiri dari 4-5 orang "ceh" dan anggota lainnya sebagai "penunung". Ceh adalah orang yang dituntut memiliki bakat yang komplit dan mempunyai kreativitas yang tinggi.

Musik tradisional lainnya yang berasal dari Aceh adalah Harubab, Serune Kalee (sejenis clarinet), canang trieng / teganing (kenong), gambus, warwas, gedumba (gendang) dan rapai (gendang satu sisi).

2. Musik Tradisional Sumatera Utara

Gondang adalah musik tradisional dari Sumatera Utara yang disajikan dalam bentuk ensambel gendang. Alat-alat musik yang digunakan dalam musik tradisional gondang antara lain : Gendang (sebanyak 5-9 buah dengan ukuran yang berbeda-beda), Gong, Serunai, dan Simbal. Dapat juga ditambah dengan Gitar.

Musik Gondang digunakan untuk acara seperti pernikahan, ulang tahun, pertemuan dalam satu marga, dan acara-acara yang lain. Musik Gondang dari Sumatera Utara ini juga pernah mewakili Indonesia untuk mengikuti pertunjukan musik tradisional di Edinbrugh Festival Schotlandia.

Musik tradisional lainnya yang berasal dari Sumatera Utara adalah Tata Ganing. Alat musik yang digunakan antara lain : Gerantung (sejenis gambang), Gong, Salodap, Salonat, Sordam, dan Tarafit (sejenis suling), Tanggelong, Arbab, Hasapi, Hapetan, dan Kulcapi.

3. Musik Tradisional Sumatera Barat

Talempong adalah alat musik tradisional Sumatera Barat yang bentuknya menyerupai instrumen bonang dalam perangkat gamelan Jawa. Talempong terbuat dari logam kuningan.

Berdasarkan cara memainkannya musik talempong dikelompokkan menjadi dua macam yaitu : Talempong Duduk, dan Talempong Pacik.

Talempong Duduk adalah jenis talempong yang diletakkan di atas standar yang pendek dan ditata rapi sehingga pemainnya dapat memainkannya dengan bersimpuh diatas alas.

Sedangkan Talempong Pacik adalah jenis talempong yang cara memainkannya dengan dijinjing baik sambil duduk, berdiri, maupun berjalan dan menari-nari. Talempong jenis ini biasanya dimainkan oleh kaum pria.

Setiap pemain dapat membawa 1-2 talempong dengan satu pemukul. Musik Talempong memiliki dua macam tangganada pentatonis yaitu 5-6-1-2-3 dan 1-2-3-4-5. Alat musik lain yang dimainkan bersama talempong diantaranya adalah :

- Alat Perkusi, seperti gendang dol, gendang sedang, ketipung, rebana dan canang.
- Alat Tiup, seperti serunai, saluang, puput tanduk, dan puput batang padi.
- Alat Musik, Barat sebagai pendukung seperti gitar, terompet, dan biola.

4. Musik Tradisional Jakarta (Betawi)

Tanjidor adalah salah satu jenis musik tradisional Betawi yang banyak mendapat pengaruh dar musik Eropa. Alat-alat musik yang digunakan sebagian besar merupakan alat tiup logam.

Secara lengkap instrumen musik yang digunkan dalam orkes tanjidor adalah klarinet, pistone, trombon, terompet, saksofon tenor, saksofon bass, drum, simbal, side drum.

Pemain tanjidor terdiri dari 7-10 orang pemain musik dan 1-2 orang penyanyi.

Pada zaman dahulu sering dimainkan oleh para sekelompok petani yang menghabiskan waktunya setelah musim panen. Pada masa-masa sekarang hanya sesekali saja ditampilkan apabila ada acara penyambutan tamu agung dan perhelatan atau pengarakan pengantin.

Musik Tradisional lainnya yang berasal dari Betawi adalah Gambang Kromong, Marawis, Gamelan Ajeng dan Keroncong Tugu.

5. Musik Tradisional Jawa Barat

Angklung adalah alat musik tradisional Indonesia yang berasal dari Tanah Sunda, terbuat dari bambu, dan dibunyikan dengan cara digoyangkan. Bunyi yang dihasilkan disebabkan oleh benturan badan pipa bambu yang bergetar dalam susunan nada 2, 3, sampai 4 nada dalam setiap ukuran, baik besar maupun kecil.

Laras (nada) alat musik angklung sebagai musik tradisional Jawa Barat kebanyakan adalah salendro dan pelog. Asal-usul terciptanya musik angklung adalah mitos kepercayaan terhadap Nyai Sri Pohaci sebagai lambang Dewi Padi pemberi kehidupan (hirup-hurip).

Sebuah persembahan terhadap Nyai Sri Pohaci, serta upaya nyinglar (tolak bala) agar dalam cocok tanam mereka tidak terjadi malapetaka, baik gangguan hama maupun bencana alam lainnya.

Dalam perkembangannya, angklung berkembang dan menyebar ke seantero Jawa, lalu ke Kalimantan dan Sumatera.

Sejak 1966, Udjo Ngalagena tokoh angklung yang mengembangkan teknik permainan berdasarkan laras-laras pelog, salendro, dan madenda mulai mengajarkan bagaimana bermain angklung kepada banyak orang dari berbagai komunitas termasuk anak-anak.

Musik tradisional lainnya yang berasal dari Jawa Barat adalah Calung, Tarling, Arumba, Gending Cianjuran, Gamelan Degung dan Klenengan.

6. Musik Tradisional Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Daerah Istimewa Yogyakarta

Gamelan adalah musik tradisional yang dapat ditemukan di daerah Jawa Tengah, Jawa Timur dan DI Yogyakarta. Dalam musik gamelan digunakan seperangkat alat musik yang terdiri dari saron, bonang, gender, slenthem, demung, kethuk, kenong, kendhang, rebab, gambang, kempul, dan gong.

Musik gamelan dapat disajikan sebagai pengiring tari, pertunjukan wayang kulit, pertunjukan atau tari tradisional lain yang diiringi musik sejenis gamelan misalnya : Lengger, Tayub, Jathilan, Barongan, dan Ebeg (Kuda kepang).

Teknik vokal yang digunakan dalam menyanyikan lagu (tembang)-nya adalah teknik falset. Terutama untuk nada-nada tinggi. Penyanyi wanita dalam tembang Jawa/musik gamelan disebut Sindhen. Notasi (Laras) yang digunakan dalam musik gamelan terdiri dari tangganada pelog dan slendro.

Tangga nada slendro memiliki 5 titinada, yaitu : 1-2-3-5-6 (dibaca ji, ro, lu, ma, nem) sedangkan tangganada pelog memiliki 7 titinada, yaitu : 1-2-3-4-5-6-7 (dibaca ji, ro, lu, pat, ma, nem, pi).

Musik tradisional lainnya yang berasal dari Jawa Tengah dan DI Yogyakarta adalah Genjring, Siter, Calung Banyumas, dan Kenthongan.

7. Musik Tradisional Kalimantan Barat

Alat-alat musik tradisional dari daerah Kalimantan Barat antara lain Sapek (alat petik sejenis gitar dengan kayu ukir), Agukng (Gong), Tawaq (Kempul), Balikan/Kurating (sejenis sapek), Kangkuang (alat musik pukul dari kayu ukir), Keledik / Kadire (alat tiup dari labu dan bambu), dan Entebong (Gendang).

Alat musik Agukng di daerah Kalimantan Barat dapat berfungsi lain yaitu sebagai mas kawin, dudukan / simbol semangat dalam pernikahan dan alat pembayaran dalam hukum adat.

8. Musik Tradisional Kalimantan Selatan

Panting adalah salah satu musik tradisional yang berasal dari suku Banjar daerah Kalimantan Selatan. Disebut panting karena dalam permainannya lebih didominasi oleh alat musik panting.

Tokoh musik yang pertama kali memberi nama musik panting adalah A. Sarbini. Panting adalah alat musik yang berbentuk seperti gambus Arab tetapi lebih kecil dan menggunakan senar nylon.

Alat musik lain yang dimainkan bersama musik panting adalah Babun (kendang), Gong, Biola, Ketipak (rebana kecil), dan Guguncai (tamborin).

Musik panting disajikan dengan lagu-lagu yang biasanya bersyair pantun nasehat. Musik tradisional lainnya yang berasal dari Kalimantan Selatan adalah Gamelan Banjar, Kangkurung, Bumbung, Kintung, Salung, Kangkanong, Bambang, dan Masukkiri.

9. Musik Tradisional Kalimantan Tengah

Alat musik tradisional dari Suku Dayak Kalimantan Tengah adalah Gandang (gendang). Alat musik ini digunakan sebagai salah satu alat musik untuk mengiringi sebuah tarian dayak atau lagu yang dinyanyikan.

Dikalangan masyarakat Suku Dayak Kalimantan khususnya Suku Dayak Kalimantan Tengah dikenal berbagai macam jenis Gandang, antara lain : Gandang Tatau, Gandang Manca yang terdiri dari Gandang Panggulung dan Gandang Paningkah serta jenis Gandang Bontang. Ketiga jenis Gandang tersebut (Gandang Tatau, Gandang Manca dan Gandang Bontang) memiliki ukuran yang berbeda dan penggunaan yang berbeda pula.

10. Musik Tradisional Kalimantan Timur

Tingkilan adalah seni musik tradisional khas Suku Kutai Kalimantan Timur. Kesenian ini memiliki kesamaan dengan kesenian rumpun Melayu. Alat musik yang digunakan adalah Gambus (sejenis gitar berdawai 6), ketipung (semacam kendang kecil), kendang (sejenis rebana yang berkulit sebidang dan besar), Biola, dan Cello.

Musik Tingkilan disertai pula dengan nyanyian yang disebut Betingkilan. Betingkilan sendiri berarti bertingkah-tingkahan atau bersahut-sahutan.

Dahulu sering dibawakan oleh dua orang penyanyi pria dan wanita sambil bersahut-sahutan dengan isi lagu berupa nasihat-nasihat, percintaan, saling memuji, atau bahkan saling menyindir atau saling mengejek dengan kata-kata yang lucu. Musik Tingkilan ini sering digunakan untuk mengiringi tari pergaulan rakyat Kutai, yakni Tari Jepen (sejenis tari-tarian Zapin).

11. Musik Tradisional Nusa Tenggara Timur

Salah satu musik tradisional dari Nusa Tenggara Timur adalah Sasando Rote. Nusa Tenggara Timur memiliki keunikan dari jenis-jenis alat musiknya. Alat-alat musik tradisional / bunyi-bunyian di Nusa Tenggara Timur pada dasarnya terdiri dari empat jenis yaitu :

- Alat Musik Tiup, seperti : Foy doa, Foy pay, Knobe Khabetas, Knobe oh, Sunding Tongkeng, Nuren, Prere, dan Suling Hidung.

- Alat Musik Petik, seperti : Gambus, Leko Boko / Bijoy, Ketadu Mara, dan Sasando Rote.

- Alat Musik Gesek, seperti : Heo dan Reba.

- Alat Musik Pukul, seperti : Sowito, Mendut, Tatabuang, Thobo, dan Kerontang (dari kayu / bambu), serta seperangkat Gong.

12. Musik Tradisional Nusa Tenggara Barat

Gendang Beleq merupakan musik dan tari tradisional yang berkembang di Lombok. Di Lombok Barat disebut Tari Kecodak dan di Lombok Tengah disebut Tari Oncer. Disebut Gendang Beleq karena penari menggunakan gendang berukuran besar (sasak / beleq = besar) sebagai property atau salah satu alat musiknya.

Dalam musik dan tari Gendang Beleq biasanya terdiri dari dua buah gendang yaitu "gendang mama" (gendang laki-laki) dan "gendang nina" (gendang perempuan), dimana suara gendang mama lebih nyaring dari suara gendang nina. Festival Gendang Beleq atau "Lombok Bagendang" digelar setiap tahun di Senggigi Lombok.

Selain itu, musik tradisional Nusa Tenggara Barat dibagi menjadi dua daerah, yaitu daerah Bima dan daerah Sumba. Musik tradisional daerah Bima masih terpengaruh oleh musik daerah Jawa dengan tangga nada pentatonis dengan bahasa daerah Sumbawa, Sasak, dan Bima. Sedangkan musik tradisional daerah Sumba terpengaruh oleh musik daerah Bali dengan bahasa daerah Sumba, Flores, Timor, dan Belu.

13. Musik Tradisional Sulawesi Selatan

Musik tradisional Sulawesi Selatan terbagi menjadi dua jenis yaitu Musik Makasar (Ujung Pandang) dan Musik Bugis.

Musik Makassar disebut dengan Gendang Bulo. Nama tersebut berasal dari gendang tanpa kulit (membran) yang cara memainkannya dipukul-pukulkan pada suatu benda. Sedangkan Musik Bugis disebut Idiokardo.

Musik tradisional Gendang Bulo juga identik dengan Tari Gendang Bulo. Instrumen lain yang melengkapi kedua jenis diatas adalah sebagai berikut :

a. Alat Musik Tiup antara lain : Puwi-puwi (Hobo), Basing Bugis (Suling Kembang), dan Basing-basing.

b. Genderang dan Terbang atau Rebana.

c. Keso yaitu sejenis rebab dengan dua dawai (Makassar).

d. Kecapi (Makassar) atau Kacaping (Bugis).

e. Popandi atau Talindo yaitu alat musik petik dengan satu dawai.

14. Musik Tradisional Sulawesi Utara

Kolintang merupakan salah satu musik tradisional yang berasal dari daerah Sulawesi Utara. Kolintang dibuat dari kayu lokal yang ringan namun kuat seperti kayu telur, bandaran, wenang, kakinik kayu cempaka, dan yang mempunyai konstruksi fiber paralel.

Nama Kolintang berasal dari suaranya : tong (nada rendah), ting (nada tinggi) dan tang (nada biasa). Dalam bahasa daerah, ajakan "Mari kita lakukan Tong Ting Tang" adalah : "Mangemo kumolintang". Ajakan tersebut akhirnya berubah menjadi kata Kolintang.

Beberapa group terkenal seperti Kadoodan, Tamporok, dan Mawenang yang sudah eksis lebih dari 35 tahun. Pembuat kolintang tersebar di Minahasa dan di pulau Jawa. Ssalah satu pembuat kolintang yang terkenal adalah Petrus Kaseke.

15. Musik Tradisional Maluku dan Papua

Di daerah Maluku alat musik yang terkenal adalah Tifa (sejenis gendang) dan Totobuang (sejenis bonang / talempong). Dalam penyajiannya masing-masing alat musik, Tifa dan Totobuang memiliki fungsi yang berbeda-beda dan saling mendukung satu sama lain hingga melahirkan warna musik yang sangat khas. Namun musik ini didominasi oleh alat musik Tifa.

Tifa terdiri dari beberapa jenis, yaitu Tifa Jekir, Tifa Dasar, Tifa Potong, Tifa Jekir Potong dan Tifa Bas, ditambah sebuah Gong. Ada pula alat musik tiupnya adalah Kulit Bia (Kulit Kerang).

Musik tradisional lainnya di daerah Maluku adalah Sawat. Ssawat merupakan perpaduan dari budaya Maluku dan budaya Timur Tengah. Pada beberapa abad silam, bangsa Arab datang untuk menyebarkan agama Islam di Maluku. Dari peristiwa ini kemudian terjadilah campuran budaya termasuk dalam hal musik. Ternukti pada beberapa alat musik Sawat, seperti rebana dan seruling, yang mencirikan alat musik gurun pasir.

Di daerah Papua, Tifa juga merupakan alat musik tradisional yang sangat merakyat. Tifa Papua mirip seperti gendang yang bagian tengah atau salah satu sisinya mengecil. Cara memainkannya adalah dengan di pukul. Tifa Papua terbuat dari sebatang kayu yang dikosongi atau dihilangkan isinya dan pada salah satu sisi ujungnya ditutupi.

Biasanya penutup sisi ini digunakan kulit rusa yang telah dikeringkan untuk menghasilkan suara yang bagus dan indah. Bentuknya pun biasanya dibuat dengan ukiran. Tiap suku di Papua memiliki Tifa dengan ciri khasnya masing-masing.

Tifa biasanya dimainkan untuk mengiringi tarian tradisional, seperti Tarian perang, Tarian tradisional Asmat, dan Tarian Gatsi. Tarian ini biasanya digunakan pada acara-acara tertentu seperti upacara-upacara adat maupun acara-acara penting lainnya.

Itulah rangkuman lengkap mengenai musik tradisional Nusantara beserta contoh alat musiknya. Semoga bermanfaat.
Pengertian, Ciri-ciri dan Fungsi Musik Tradisional Beserta Contohnya

Pengertian, Ciri-ciri dan Fungsi Musik Tradisional Beserta Contohnya



Kali ini saya akan membahas tentang pengertian, ciri-ciri, serta fungsi dari musik tradisional. Apa nama musik tradisional yang ada di daerah tempat tinggal anda? anda bisa menjawabnya dikolom komentar. Kali ini langsung saja kita masuk ke pengertian musik daerah.

Pengertian Musik Daerah atau Musik Tradisional

Istilah tradisional berasal dari kata "tradisi" yang artinya adalah budaya, adat-istiadat, dan kebiasaan hidup sehari-hari dari suatu masyarakat tertentu.

Kebiasaan hidup tersebut sudah berlangsung lama sejak nenek moyang mereka ada dan biasanya diajarkan secara turun-temurun.

Dari pernyataan diatas dapat diartikan bahwa musik tradisional adalah jenis musik yang inspirasi penciptaannya berdasarkan atas budaya dan adat-istiadat dari suatu masyarakat daerah tertentu.

Musik tradisional nusantara disebut juga dengan musik daerah karena setiap daerah yang ada di nusantara ini memiliki jenis musik yang berbeda-beda.

Ciri-ciri dan Fungsi Musik Tradisional

Musik tradisional yang terdapat di berbagai daerah diseluruh wilayah nusantara pada dasarnya memiliki ciri-ciri yang hampir sama. Ciri-ciri musik tradisional antara lain sebagai berikut:

1. Menggambarkan adat-istiadat kehidupan sehari-hari masyarakat setempat.

2. Berisi pesan-pesan untuk masyarakat setempat.

3. Syair lagunya menggunakan bahasa daerah setempat.

4. Irama dan melodinya bersifat sederhana.


Sedangkan fungsi dan kegunaan musik tradisional nusantara pada umumnya adalah:

1.) Sebagai sarana untuk mengungkapkan perasaan dan kebiasaan dari suatu masyarakat.

2.) Mengiringi kegiatan upacara-upacara tradisional dari suatu masyarakat.

3.) sebagai pengiring pertunjukan / tari tradisional dan kreasi baru.


Contoh Musik Tradisional Dari Berbagai Macam Daerah


Asal Daerah Musik Tradisional
Aceh Didong
Sumatera Utara Gondang
Sumatera Barat Talempong
Jakarta (Betawi) Tanjidor
Jawa Barat Angklung
Jawa Tengah, JaTim, DIY Gamelan
Kalimantan Barat Sapek, Kangkuang, Agukng, Balikan, Keledik, Entebong
Kalimantan Selatan Panting
Kalimantan Tengah Gandang
Kalimantan Timur Tingkilan
Nusa Tenggara Timur Sasando Rote
Nusa Tenggara Barat Gendang Beleq
Sulawesi Selatan Gendang Bulo
Sulawesi Utara Kolintang
Maluku dan Papua Tifa dan Totobuang

Itulah penjelasan tentang pengertian, ciri-ciri dan fungsi musik tradisional lengkap dangan contohnya. Semoga bisa bermanfaat untuk anda.
Pengaruh Kepadatan Populasi Manusia Terhadap Lingkungan

Pengaruh Kepadatan Populasi Manusia Terhadap Lingkungan



Perubahan jumlah penduduk pada tempat tertentu dari waktu ke waktu disebut dinamika penduduk, dipengaruhi oleh faktor natalitas, mortalitas, imigrasi dan emigrasi. Pertumbuhan penduduk di suatu negara diketahui dengan melakukan sensus.

Untuk menghitung dinamika penduduk, perhatikan rumus berikut.

DP = ( N + I ) - ( M + E )

Dimana :

DP = Dinamika Penduduk
N = Natalitas (kelahiran)
I = Imigrasi
M = Mortalitas (kematian)
E = Emigrasi (keluar atau pindah penduduk)

Kepadatan penduduk (KP) dipengaruhi oleh dinamika penduduk (DP). Dinamika penduduk yang mengakibatkan pertambahan jumlah penduduk disebut pertumbuhan penduduk. Pertumbuhan penduduk yang tidak terkendali sehingga melebihi daya dukung alamnya menyebabkan ledakan penduduk.

Angka kelahiran adalah angka yang menunjukkan jumlah individu baru yang lahir setiap seribu penduduk per tahun. Angka kematian adalah angka yang menunjukkan jumlah penduduk yang mati perseribu penduduk pertahun. Imigrasi adalah perpindahan penduduk dari luar negeri kedalam negeri. Emigrasi adalah perpindahan penduduk dari dalam negeri ke luar negeri.

Setiap penduduk memerlukan sumber daya dari lingkungannya, maka pertambahan jumlah penduduk berarti diperlukan sumber daya dari lingkungan yang semakin besar. Jika kebutuhan pokok tidak terpenuhi menimbulkan masalah sosial, lingkungan, pendidikan dan lain-lain.

Pengaruh Kepadatan Populasi Manusia Terhadap Lingkungan

Kepadatan populasi manusia berpengaruh sekali terhadap hal-hal berikut.

1. Sumber air

Contoh berkurangnya air bawah tanah karena kebutuhan air minum meningkat, dan kurangnya resapan air hujan ke dalam tanah karena lapisan tanah tertutup oleh aspal, semen, dan lain-lain.

2. Persediaan udara bersih

Berkurangnya lahan hijau untuk pabrik dan perumahan, tingginya gas buangan dari kendaraan bermesin mempengaruhi ketersediaan udara bersih bagi manusia.

3. Pertanian

Adanya alih fungsi lahan pertanian untuk sarana umum, perumahan dan pabrik berakibat menurunnya produk pertanian dan tingginya bahan pangan impor.

4. Pendidikan

Diperlukan sarana dan prasarana pendidikan yang meningkat, bila kualitas menurun akan berakibat rendahnya tingkat dan kualitas pendidikan.

5. Lingkungan

Kerusakan lingkungan disebabkan penggunaan sumber daya yang tidak terkontrol akibat daya dukung lingkungan yang terbatas tetapi kebutuhan hidup yang terus meningkat.

Usaha-usaha untuk menanggulangi dampak pertumbuhan penduduk yang tinggi antara lain sebagai berikut :

1. Memperlambat pertumbuhan penduduk, contohnya melalui keluarga berencana.

2. Reboisasi yaitu penanaman hutan kembali.

3. Penghentian konversi lahan pertanian menjadi lahan pemukiman dan industri.

4. Intensifikasi lahan pertanian.

5. Intensifikasi peternakan.

6. Meningkatkan penggunaan bahan-bahan industri yang ramah lingkungan.

Itulah penjelasan singkat tentang pengaruh kepadatan populasi manusia terhadap lingkungan, jika masih ada yang perlu ditanyakan silahkan berkomentar. Terimakasih atas kunjungannya.